Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Lekas Pulih Sayang

Kesetiaan langit tetap mempertunjukkan gemilangnya misterinya hujan setiap waktu mengguyur bumi dan seringnya halilintar menegangkan jiwa Pesona indahnya memberikan tangis haru pada pengagumnya Dan Berbeda dengan letusan ancala kini Abu panas memancar dari kawahmu Membuat takut makhluk didekatmu Kami tau kau sudah lama tahan amarahmu Ungkapan kecewa alam di bejat oleh makhluk waras berengsek Tahan gemuruhmu Tahan abu panas mematikan sahabat dekatmu Lahar merah merona tak tahan lagi Jangan mendoktrin temanmu ikut marah sayang Ini, Tak sekali meringis Tak sekali pun me Vandalisme tapi, Percayalah Masih banyak jiwa hati yang menyanyangimu pasti ada hikmahnya Semoga...

bergerak tambah tumbuh, menangis bisa bisu

Jeruji nyaman mengurungi makhluk banyak. Dibawah komando para petinggi untuk tetap bisa tersenyum gagah, Senyuman itu saat ini masih ada, Yakinku, tak sering. Hasrat ku memberontak marah Dengan keluhan ego kerinduan Selama ini, ia seperti oknun pemburu tanpa alasan Jeruji nyaman memberi jutaan makhluk pelukan duri kecil yang tambah tumbuh Ku bergerak selepas membuang pegal, "Aw" seseorang tersakiti oleh gerak ku Ku mencoba berdiri tegap, menahan pegal dan pengapnya jeruji duri Tetap ada saja yang tertusuk Dengan geraknya makhluk manja rindu lengkungan tanah dibukit sana Dengan geraknya makhluk yang merengek membutuhkan asi Dan tak punya pilihan bergerak dalam pelukan duri itu. Semakin lama, Banyak makhluk yang berteriak,  sembari menahan pengapnya pelukan ini "tolong jangan bergerak, kita tunggu duri ini layu mengecil!" Penuh tangisan dan doa dalam pelukan duri itu, Deras air mata mengguyur duri melayu dan membisu, dan tak menyakiti lagi, Tang...

Masalah cerdas mengatur takaran

Tak sedikit orang yang ingin merepetisi kehidupan, Setelah apa yang ia dambakan tak tercapaikan Perasaan, seolah olah telah mati, Menuai kecewa, dengan pemikiran "Saya tidak berguna" "hidup tak punya tujuan'  dan berbagai kata yang membunuh tekad dan kemampuan Hei!, Coba kita lihat masa kecil kita, dengan beberapa kegagalan kecil, seperti, belajar berjalan namun jatuh berkali-kali Mencoba bicara, sampai teriak tetap tak jelas Belajar sepeda sampai siku dan lutut terluka, sakit dan ditertawakan Kejadian itu nyatanya membuat kita marah, nangis, kecewa, bahkan menyerah. Sedewasa ini perlu kita sadari, Lika liku itu tak merenggut jiwamu, Ia dengan cerdasnya mengatur takaran, Maka ini bukan sebuah hal buruk, masalah mu sekarang ini adalah takaran mu. Semangat!