Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

INI EMOSI

INI EMOSI Ketika kedamaian pun datang merangkul dan sebuah kata merekah diucapkan ke ruang yang jauh Datanglah Hari ini kami diam di masa muda kami Masa ketika semangat yang berapi Mengarungi satu tempat ke tempat yang lain Bergaduh oleh perkara kecil, saling menyalahkan Kita lebih senang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya, di sudut kantin sekolah kita Disana kita mulai perbincangan berita-berita hangat tentang negeri kami dari A sampai Z Lalu bercerita tentang "KEMBALIKAN INDONESIAKU" Benar-benar rindu kedamaian itu Di masa muda kita, kita belajar untuk tumbuh dalam kehangatan hidup ceria Jiwa yang bergejolak bebas dan berekspresi Ya, momen itu yang paling kami nanti ..... Hari ini kami menunggu Panggilan kedamaian itu Dan kita tak berhasrat memperdebatkan masalah negeri yang banyak sebuah tanya. Datang sebuah bencana Bukannya menjaga diri, bukannya lebih dekat dengan Sang illahi Tapi menyepelekan harga diri dan TUHAN SAJA DIKHIANATI S...

HANDAI TAULAN

                     Handai taulan Berdiri, buta mengenal diri Bicara, bisu suara diri Hempas, kehidupan hambar sadar, setelah ditampar Hasrat asa diatas langit Renggut pait bahkan hanya bibit penuh ketus dukungan alam Seolah olah Reinkarnasi ditengah tengah riuhnya dunia "Arghhhh" imajinasi ini tidak pernah habis dipreteli belati. Aku tak percaya diri lagi sssttt Uluran tangan halus itu menarik jiwa yang telah lama binasa. Bangkit, Menyilakanku untuk menuai bertebangan diudara Dia punya raksasa mimpi dilangit. Sekali Kali Ku ambil beberapa keping bintangnya, dia tak menghalau. Dia adalah handai taulan yang dahyat dan kuat

TELEPORTASI RASA

TELEPORTASI RASA karya : syafa malika kamilan Enam puluh detik lalu Raut wajah lepas Terasa hangat Merekah mulut terbuka HA. HA. HA JLEB Hati teremas Mulut tercekam Mata berlari kabur Kepalan tangan mengeras Riuhnya Sebuah ruang Tidak bising, otak dipenuhi jutaan geramang Dua gendang telinga ramai menyerupai ombak ribut Dimulai, perjalanan dengan haluan yang berbeda.ini menakutkan Secepat petir mengubah rasa.

Keadilan Nenek jelata

Keadilan Nenek JELATA karya : syafa malika kamilan Dibakar mentari tengah hari Ditengah kerumunan rakyat kecil Aku orang kecil, terlahir dari petinggi buta rasa Ku pegang erat sebuah pamflet Dengan lantang, menggaungkan ketidak adilan Dari nenek tua renta Aku tidak miskin, aku punya hati Aku menentang darah daging ku "Ayah, turun saja kau dari jabatanmu, hatimu termakan oleh serigala" Dor.. Suara keras penghianatan Terdengar membelah matahari Terhenti riuhnya keadaan Peluru hantam mengalirkan darah, darah daging nya. Tergeletak dipangkuan nenek Aku pulang. Tanpa keadilan nenek.