Kembalikan indonesiaku

cemara pun gugur daun. Dan kembali
ombak-ombak hancur terbantun.
Di sini
kemarau pun menghembus bumi
menghembus pasir, dingin dan malam hari
ketika kedamaian pun datang memanggil
ketika angin terputus-putus di hatimu menggigil
dan sebuah kata merekah
diucapkan ke ruang yang jauh:—Datanglah


Hari ini kami teringat lagi masa muda kami
Masa ketika semangat yang berapi
Mengarungi satu tempat ke tempat yang lain
Bergaduh oleh perkara kecil, saling menyalahkan


Kita lebih senang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya,

di sudut kantin sekolah kita

Disana kita mulai perbincangan berita-berita hangat tentang negeri kami dari A sampai Z

Lalu bercerita tentang KEMBALIKAN INDONESIAKU

Benar-benar rindu kedamaian itu

Di masa muda kita, kita belajar untuk tumbuh dalam dekap hidup ceria
Jiwa yang bergejolak bebas dan berekspresi

Ya, momen itu yang paling kami nanti

Ketika KAMI persis memustahili
SEBETULNYA APA YANG MEREKA MAU! PADAHAL KETIKA BERSUMPAH SEOLAH AKAN MEBUAT BANGSA INI MENJADI BUNGA tapi TUHAN SAJA DIKHIANATI SEPERTI akan HIDUP SELAMANYA

Kau ingat, ketika badai di puncak itu,

kami percayakan engkau tuk melindungi kami

Rasanya kami begitu hormat saat itu

Dan itu adalah rasa cinta yang dapat kami beri bagimu

seringkali kita mengutuki ketidaknormalan hidup

negaraku diludahi perbuatan kotor para Koruptor dan pelaku Birokrasi yang bobrok
tuhan saja berani dikhianati bagaikan dia ingin hidup 
Selamanya.
di maki dengan sumpah serapah, berselang kemudian insaf

Ahh, mereka terlalu lembut dan baik bagi sampah itu

Namun kita tak pernah berhenti bicara soal berita-berita bobrok negri ini

Entahlah otak kami sudah terlalu didoktrinasi dengan jiwa “pembangkang”

Demi sebuah nilai kebenaran yang sejati

Karna diam itu bagi kami adalah “Pengecut”

Engkau adalah karibku dimasa muda

Dan hari ini mengingat kau, membuat kami seolah kembali lagi ke zaman itu


Dan kita tak berhasrat memperdebatkan masalah hidup ini di meja ocehan

Karna itu adalah hukum mutlak bagi manusia

Pemberontak sebutan manis nama kami

Anak muda yang nekat tanpa rasa takut

Mengawali kisah berdarah dari mozaik-mozaik zaman edan

Jiwa muda yang meraung atas ketidak adilan

Gertakan hanya lelucon yang sedikit menggelitik seisi perut kami

Rasanya mereka harus tau bahwa anak muda sedang berperang melawan penghianat bangsa

Melawan kaum bangsanya sendiri

Sentilan-sentilan kerapkali ditujukan pada birokrasi yang mandul

Jiwa yang tak ingin ditipu itu bersorak hingga menggetarkan bumi

Kita lahir di zaman edan ini kawan

Disadarkan dengan akhlak dan jiwa terbuka bagi seluruh golongan

Tak ada sekat, tak ada rasa sinis atas nama ras dan agama

JIKA ADA RUANG KAMI INGIN PULANG JIKA TIDAK ADA BIARKAN KAMI MENGHILANG

KEMBALIKAN INDONESIAKU
KEMBALIKAN MASA DEPANKU


Komentar

Postingan populer dari blog ini

...

Selamat

Keadilan Nenek jelata