Selama ini, aku tidak pernah yakin, ditinggalmu, hidup bisa baik-baik saja memang terbukti.... Selain kehilangamu, aku dihadapkan dengan kehilangan diriku sendiri Keras kepala mencari sosokmu, yang sudah pasti takan ku temukan dimanapun Ketika kau memutuskan kepergianmu adalah kelayakan bagimu Kenapa sampai saat ini, aku semakin tidak merasa bahwa hidup adalah layak bagiku Kenapa setiap hari hanya penerimaan yang harus aku rasakan Meskipun rasanya menyakitkan, aku masih selalu bermimpi Agar tanganku bisa mengukir hal-hal terbaik yang selalu kita impikan dulu Lamanya hidupku, sudah melebihi sejak kau meninggalkanku Anehnya, Kerinduanku selalu menumbuhkan rasa sakit Anehnya, Kerinduanku selalu menumbuhkan kekecewaan Bukannya semakin kuat, mengapa hatiku semakin melemah.... Kini ku sudah beri tahu, kerinduanku menyakitiku, jikalau kau bisa menjawab, Selain mendoakanmu, apa yang harus aku lakukan ketika merindukanmu?
Belaga lega ditinggal, diduga mampu Sempat lupa, siapa dan mengapa hadir Tak tahan mendustai, Jasa tak pernah lepas oleh rasa Tetesan keringat jerih payah Jemari-jemarinya luluh Ketat cinta dan tanggung jawab Diajarkannya berdo’a dan bernyanyi Walau tekanan berantakan Jejak jejak kaki kecil mungkin akan kita langkahi, Tapi tak sehebat langkahnya Menegakkan badan menghargai jasanya Memberikan sapaan menghargai kehangatannya Menuruti langkahnya, percaya jiwanya mengobarkan hasrat pengorbanan Berpesan, Langkahi dengan tepat Hidup singkat, Prioritaskan manfaat. Selamat!
Keadilan Nenek JELATA karya : syafa malika kamilan Dibakar mentari tengah hari Ditengah kerumunan rakyat kecil Aku orang kecil, terlahir dari petinggi buta rasa Ku pegang erat sebuah pamflet Dengan lantang, menggaungkan ketidak adilan Dari nenek tua renta Aku tidak miskin, aku punya hati Aku menentang darah daging ku "Ayah, turun saja kau dari jabatanmu, hatimu termakan oleh serigala" Dor.. Suara keras penghianatan Terdengar membelah matahari Terhenti riuhnya keadaan Peluru hantam mengalirkan darah, darah daging nya. Tergeletak dipangkuan nenek Aku pulang. Tanpa keadilan nenek.
Komentar
Posting Komentar