bergerak tambah tumbuh, menangis bisa bisu

Jeruji nyaman mengurungi makhluk banyak.
Dibawah komando para petinggi untuk tetap bisa tersenyum gagah,
Senyuman itu saat ini masih ada,
Yakinku, tak sering.
Hasrat ku memberontak marah
Dengan keluhan ego kerinduan

Selama ini, ia seperti oknun pemburu tanpa alasan
Jeruji nyaman memberi jutaan makhluk pelukan duri kecil yang tambah tumbuh
Ku bergerak selepas membuang pegal,
"Aw" seseorang tersakiti oleh gerak ku
Ku mencoba berdiri tegap, menahan pegal dan pengapnya jeruji duri

Tetap ada saja yang tertusuk
Dengan geraknya makhluk manja rindu lengkungan tanah dibukit sana
Dengan geraknya makhluk yang merengek membutuhkan asi
Dan tak punya pilihan bergerak dalam pelukan duri itu.

Semakin lama,
Banyak makhluk yang berteriak,  sembari menahan pengapnya pelukan ini
"tolong jangan bergerak, kita tunggu duri ini layu mengecil!"
Penuh tangisan dan doa dalam pelukan duri itu,
Deras air mata mengguyur duri melayu dan membisu, dan tak menyakiti lagi,
Tangisan berubah Sumringah tawa, karena tak ada lagi pelukan duri yang menyakiti.
Aamiin

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

...

Selamat

Keadilan Nenek jelata