Sesal-Kesal
Pancuran air deras
Ditempat ramai, namun secuil keramaian
Kutatap, kuibaratkan waktu, saat itu
Beralih kelangit, cerah sekali
kuibaratkan, aku melihat masa depan ku, saat itu
Berbeda dengan hati
Tadinya air dan langit seolah olah mendukung
Hempas
Kecewa ketika ditampar kenyataan
Tak ada lagi pilihan
tak ada lagi harapan
Antara mengikuti arah alur sungai
dan menerjang arah alur tsunami
Komentar
Posting Komentar