Akhirnya, aku mengundurkan diri dari hal-hal yang membuat aku mempertanyakan kelayakan diri sendiri
Sadar betapa bodohnya aku dulu, melakukan banyak hal, yang bahkan tidak pernah mau ada di pihak ku
Sejak aku memutuskan untuk berserah, aku sempat kehilangan diriku sendiri, mengorbankan waktu untuk mengingat detail detail kesakitan itu, yang lukanya sampai saat ini dan nanti.
Yang paling lucu dari cerita ini adalah bahwa trauma terberat datang dari orang yang bahkan tidak pernah terbayangkan, yang hanya bisa kuceritakan pada diriku sendiri, karena tidak ada dibayanganku untuk memperburuknya dihadapan siapapun.
Salah satu manusia yang dengan sukarela kuberitahu apa yang menghancurkan, bahkan ikut menghancurkanku juga.
dan yang paling jahat dari cerita ini juga, bahwa sampai kapanpun, dirinya tidak akan pernah merasa bersalah, kehilangan dan mungkin aku tidak akan pernah menerima permintaan maaf yang sedari selalu aku inginkan hanya untuk membuktikan bahwa tidak ada kesalahan.
Kadang orang-orang mikir yang paling menyedihkan adalah kenapa kita diperlakukan seperti ini, tapi untuk hal ini, aku merasa sangat menyedihkan mengapa manusia ini yang ternyata mampu buat semuanya berserakan.
Membiarkan aku berserakan, dan membiarkan seolah hidupnya normal baik baik saja, sama sekali bukan pilihanku. dan tidak perlu tahu bagaimana aku memperbaikinya hari ini, hiduplah dengan baik, seperti yang selalu diharapkan.
Hidup selalu punya cara buat ngasi aku kesemptan baru, bahkan setelah semuanya terasa hancur, tidak ada yang terlambat, kembali menyusun ulang hal-hal yang dulu sempat bikin aku jatuh berkali-kali, mencoba melihat banyak kebaikan yang sedari dulu sempat aku hiraukan.
Komentar
Posting Komentar